Menara Seluler Hangus Terbakar (Prancis)

[Pada Kamis, 7 Mei, sekitar pukul 04.50 dini hari di Le Vigen, sekitar sepuluh kilometer sebelah selatan Limoges (Haute-Vienne), transformator TDF yang terletak di kaki menara telekomunikasi Bouygues Telecom sengaja dibakar. Kebakaran tersebut menghancurkan baterai, kabinet perlengkapan, dan kabel antena relai. Layanan telepon seluler Bouygues, serta stasiun radio BFM, RMC, dan Radio Espérance, terputus di wilayah tersebut. Di bawah ini merupakan klaim tanggung jawab yang dipublikasikan keesokan harinya di Indy Nantes]

Perang Bukanlah suatu Kecelakaan

Pada dini hari Kamis, 7 Mei, sebuah antena relai Bouygues dan trafo TDF untuk stasiun radio digital yang menyiarkan BFM terbakar di selatan Limoges, di tempat yang dikenal sebagai “La Croix de l’Arbre.”

Infrastruktur media dan telekomunikasi ini menjadi sasaran karena merupakan bagian integral dari industri militer dan integrasi teknologi digital yang meluas dalam kehidupan kita.

Bagi Bouygues, perang yang sedang berlangsung hanyalah sumber keuntungan lain. Melalui salah satu anak perusahaannya, INEO Defense, perusahaan ini menyediakan infrastruktur komunikasi untuk tentara Prancis. Adapun BFM dan RMC, jaringan mereka membantu mengubah kita menjadi penonton pembantaian di Palestina, Lebanon, dan tempat-tempat lain.

Perang dimulai dengan pemaksaan pasifikasi sosial dan penerimaan kita terhadap narasi hegemonik yang disebarkan oleh media. Kami tidak akan berlama-lama menjelaskan tentang BFM, yang terkenal sebagai salah satu corong reaksioner bagi kepentingan industrial. Narasi mereka juga membiasakan kita pada ketidakberdayaan kita dan mendefinisikan bagi kita musuh yang harus diperangi, baik internal maupun eksternal. Upaya perang yang kami tolak adalah yang berusaha membuat kami menerima austeritas sosial sebagai sesuatu yang tak terelakkan.

Namun, penjarahan dan militerisasi dunia terus menghadapi perlawanan. Hal ini ditunjukkan oleh jutaan orang yang turun ke jalan untuk mendukung Palestina serta oleh semua tindakan solidaritas. Teknologi digital menjadi sasaran sebagai salah satu pilar dalam pengembangan kendali jarak jauh berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam operasi militer, sebagaimana Israel menggunakannya dalam skala masif terhadap rakyat Palestina.

Selain itu, latihan militer akan berlangsung di region tersebut dalam beberapa hari mendatang. Janganlah kita lupa bahwa ketika militer dikerahkan, itu bukan sekadar latihan, melainkan selalu merupakan operasi perang psikologis yang dirancang untuk membiasakan masyarakat dengan kehadiran mereka dan membuat mereka menerima keadaan perang permanen.

Janganlah kita tetap bersikap apatis.

(https://actforfree.noblogs.org/2026/08/13/cell-tower-goes-up-in-smoke-france/)