TAMPANG BRIMOB Aniaya Siswa MTs Tual hingga Meninggal – Deretan Jenderal dan Perwira Tersangkut Bisnis Narkoba


TAMPANG BRIMOB Aniaya Siswa MTs Tual hingga Meninggal

21 Feb 2026

Kasus kekerasan yang melibatkan anggota aparat negara kembali menjadi sorotan nasional setelah seorang oknum anggota Brigade Mobil (Brimob) bernama Bripda MS diduga menganiaya dua siswa di Kota Tual, Maluku Tenggara, pada Kamis (19/2/2026). Akibatnya, satu korban jiwa dan meninggalkan satu korban lain dalam perawatan medis intensif.


Penganiayaan di Internal Polri! Bripda DP Tewas, Polda Sulsel Satu Tersangka & Periksa 5 Polisi

23 Feb 2026

Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) mengungkap satu tersangka berinisial Bripda Pirman yang melakukan tidak penganiayaan hingga menewaskan Bripda DP (19). Bripda Pirman ditetapkan tersangka utama setelah ditemukan kesesuaian antara keterangan pelaku dan hasil pemeriksaan medis. Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan, keterangan Bripda P itu dihubungkan dengan hasil pemeriksaan dengan Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) terdapat kesesuaian. “Kesesuaian itu dari keterangan memukul bagian kepala korban dan bagian tubuh lainnya, ini sudah sinkron,” katanya saat ditemui Tribun-Timur di Mapolres Pinrang, Senin (23/2/2026). Djuhandhani belum ingin mengungkap motif Bripda Pirman melakukan tindak penganiayaan kepada Bripda DP. Kata dia, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap lima anggota Polri lainnya yang diduga terlibat dalam tindak penganiayaan itu. “Tadi malam kita sudah lakukan konstruksi ulang, kita masih dalami motifnya. Untuk perkembangan, lima orang lagi saat ini masih dalam proses pemeriksaan, itu kita memerlukan bukti-bukti baik secara materil maupun secara lainnya,” ungkapnya. Kapolda menegaskan, kepada anggota yang terlibat akan diproses melalui dua jalur hukum sekaligus. Selain pertanggungjawaban pidana di pengadilan umum, para pelaku juga akan menghadapi proses kode etik profesi untuk memberikan kepastian hukum secara kedinasan. Langkah cepat ini diambil untuk membuktikan kepada masyarakat bahwa Polda Sulsel berkomitmen pada transparansi. “Kami akan buktikan bahwa dalam waktu kurang dari 1×24 jam, kami bisa mengungkap ini secara transparan. Disiplin etika akan kita tegakkan di Polda Sulsel,” ucap Djuhandhani. Terpisah ayah Bripda DP yakni Aipda Muhammad Jabir berterima kasih kepada Polda Sulsel yang bergerak cepat mengungkap dalang di balik kematian putranya. “Iya tadi pak Kapolda bilang kalau sudah ada tersangka, tentu sebagai orang tua kami berterima kasih, kami hanya ingin keadilan,” ujarnya.(*)


Deretan Jenderal dan Perwira Tersangkut Bisnis Narkoba

23 Feb 2026

Kasus dugaan keterlibatan anggota kepolisian dalam jaringan peredaran narkoba kembali mencoreng wajah institusi korps Bhayangkara. Aparat seharusnya menjadi garda terdepan dalam memerangi narkotika justru terseret dalam perkara yang selama ini mereka tangani. Situasi ini memantik kembali sorotan publik terhadap komitmen dan integritas di tubuh Polri.

Sumber: 1; 2; 3