Athena, Yunani: Serangan terhadap Kantor Polisi Kypseli – Klaim Tanggung Jawab dan Video

.mp4

Keadilan adalah perlawanan

Pada sore hari tanggal 7 Desember 2025, kami menyerang ruang penyiksaan Kantor Polisi Kypseli di Thiras Street.

Para pengecut di kantor polisi, yang begitu “berani” terhadap orang-orang yang terbelenggu, begitu “berani” dalam mengusir migran di Amerikis Square, secara realistis menilai situasi mereka dan mengunci diri di dalam. Mereka membutuhkan lima menit penuh untuk keluar…

Tujuh belas tahun dan satu hari setelah Desember, kami menyerang jantung Athena, di pusat yang telah mereka ubah menjadi benteng. Tujuh belas tahun di mana kekerasan, penyiksaan, dan pembunuhan tidak pernah berhenti sedetik pun. Tujuh belas tahun kemudian, pembunuh yang sama dengan wajah yang berbeda. Sampanis, Fragoulis, Zackie, Lambros Fountas, Kamran, Maggos…

Para kombatan yang melakukan serangan balasan, yang merespons pukulan negara, bukanlah manusia super atau tidak sadar akan bahaya. Mereka adalah kolega Anda di tempat kerja, teman sekelas Anda di bangku sebelah, tetangga yang Anda sapa kemarin. Anda mungkin pernah melihat mereka berteriak pada bos mereka selama musim yang buruk, menuntut sewa yang lebih rendah dan lingkungan yang manusiawi, melawan feminisida, melawan polisi yang membunuh. Anda mungkin pernah terjebak dalam pemogokan pada suatu saat. Inilah orang-orang yang, ketika marah karena ketidakadilan dan kekerasan, mengubah kemarahan mereka menjadi determinasi dan rencana. Mereka menggambar peta, merencanakan rute, dan melihat-lihat kamera. Mereka mengisi botol dengan gasolin, mendekati dengan tenang, dan membakar kantor polisi. Begitulah Desember 2008 lahir, dan November 1973 yang mendahuluinya. Dengan keteguhan dan organisasi. Dengan perjuangan kolektif melawan ketidakadilan.

Serangan kami merupakan respons langsung terhadap kresendo kekerasan polisi selama demonstrasi pada 6 Desember, 17 tahun setelah pembunuhan siswa Alexandros Grigoropoulos oleh polisi Korkoneas dan Saraliotis.

[…] Pada akhir demonstrasi sore hari, sekitar pukul 20.05 malam, sekelompok sekitar 400 orang yang membawa tongkat dan masker anti-gas menyerang secara brutal skuad polisi anti-huru-hara di persimpangan Jalan Panepistimiou dan Emmanouil Benaki. […]

Hal ini diumumkan oleh polisi dan direproduksi tanpa rasa skeptisme oleh 90% media, dari media kiri-tengah (news247.gr) hingga media kanan-jauh (Proto Thema). Lalu bagaimana jika puluhan video menunjukkan hal yang sebaliknya, yaitu serangan brutal polisi anti huru-hara terhadap pawai, penggunaan senjata kimia, dan pemukulan brutal terhadap protester yang bahkan sudah ditangkap.

Kepada media: Mereproduksi pernyataan polisi secara verbatim dalam iklim dan keadaan saat ini bukanlah sekadar jurnalisme yang buruk. Ini adalah pilihan sadar untuk mendukung dan menjadi bagian dari barbarisme. Setiap era memiliki Nuremberg-nya, dan setiap Nuremberg memiliki Streicher-nya.

Keputusan polisi untuk melarang demonstrasi 6 Desember, yang disertai dengan luka parah dan penangkapan, tidak datang secara tiba-tiba. Ini adalah jalan yang dimulai dengan pandemi dan penanganan demonstrasi pada saat itu, yang berkulminasi dalam pembubaran demonstrasi untuk mengenang Kawan Anarkis Kyriakos Xymitiris di bawah kondisi ekstrem.

Angin sedang berubah, tanda-tanda memperingatkan badai

Kita mungkin tergoda untuk melihat intensifikasi represi ini sebagai tipikal manajemen negara sayap-kanan. Itu tidak sulit. Bahkan sebelum pembongkarannya yang lengkap saat ini, Republik Hellenik yang lumpuh tidak terkenal karena “mekanisme pemeriksaan dan keseimbangan institusional yang kuat” atau “institusi demokratis yang sehat”. Rezim Yunani sangat cocok dengan formasi kapitalis di mana eselon atas terdiri dari pemilik kapal penyelundup dan mafia, sementara eselon bawah diisi oleh figur anti-Lombard seperti Frapes, Magierias, dan Semertzidou.

Namun, krisis politis dan ekonomi meresap ke dalam Barat “liberal” secara vertikal dan horizontal.

Di Amerika Serikat, Prancis, Jerman, dan Inggris, pemerintahan berganti tetapi kebijakan tetap sama. Keuntungan untuk segelintir orang, kemiskinan untuk banyak orang, dukungan atas genosida di Palestina dengan segala cara. Bersamaan dengan kemiskinan datanglah kekerasan para bos, kekerasan polisi. Model redistribusif pasca-Perang Dunia II telah mati, kemungkinan mengekspor kontradiksi internal ke Dunia Ketiga telah dibatasi. Langkah maju kapitalis, masa depan yang mereka persiapkan untuk kita adalah untuk pergi dan bertempur – sebenarnya, untuk mati – untuk negara kita.

Kita harus menghadapi kegelapan ini, secara politik dan praktis, karena jika musuh menang, tidak akan ada wilayah aman. Bersama dengan keteguhan dan kemauan kita untuk bertempur, kita harus mere-introduksi organisasi, strategi, dan taktik ke dalam kosakata kita. Kita harus menyerang para bos dan kaki tangannya, melindungi perjuangan sosial/kelas dari represi.

DARAH BERCURAH, PEMBERONTKAN DIPERLUKAN

SOLIDARITAS DENGAN MEREKA YANG DIPERSEKUSI ATAS KASUS AMPELOKIPI

PEMBANGKANG BERSENJATA KYRIAKOS XYMITIRIS SELALU HADIR DALAM PERJUANGAN KITA

–  Anarkis

Sumber