Kami mengklaim bertanggung jawab atas serangan pembakaran terhadap rumah-rumah anggota unit MAT (polisi anti huru-hara) di Jalan Athanaton No. 12, Sepolia, pada tanggal 9 Februari, di mana Andreas Poligenis tinggal, serta di Jalan Teas 4-6 di Kaisariani pada 24 Februari, dan juga di rumah seorang polisi dari unit OPKE [Unit Pencegahan dan Penindakan Kejahatan] di Jalan Deligianni 18, Exarcheia pada 7 Maret. Kami mendedikasikan aksi-aksi ini untuk mengenang kawan anarkis kami dan anggota Perjuangan Revolusioner, Lambros Fountas, yang gugur dalam pertempuran bersenjata di Dafni pada 10 Maret 2010. Lambros adalah pejuang teladan yang memajukan perjuangan multifaset dengan revolusi sosial sebagai tujuannya. Ia berpartisipasi dalam setiap aspek aksi anarkis, mulai dari rapat, demonstrasi, dan bentrokan dengan pasukan represi hingga perjuangan bersenjata revolusioner.
Alasan mengapa kami melakukan serangan di atas sudah jelas: kami membalas dendam kepada mereka yang menginjak-injak impian kita. Kepada mereka yang memperkosa orang di kantor polisi, kepada mereka yang memukuli migran tanpa belas kasihan, kepada mereka yang melindungi penjahat seperti Menteri Kesehatan yang “terhormat”, Adonis Georgiadis, yang telah menghancurkan Sistem Kesehatan Nasional, kepada mereka yang menindas pemogokan dan demonstrasi, seperti yang terjadi pada 31 Oktober untuk menghormati pejuang anarkis gerilya bersenjata Kyriakos Xymiteris. Tidak ada gencatan senjata dengan mereka yang menindas hidup kita.
Kami berbicara dalam bahasa pembebasan sosial dan kelas, bahasa perlawanan politik sebagai tandingan terhadap bahasa terorisme negara, disiplin, eksploitasi kejam, kemerosotan moral, dan jalan buntu individualisme kapitalis. Kami mempertahankan aksi langsung dan menargetkan mereka yang memerintah kami serta tanpa malu-malu berkontribusi pada pembentukan realitas yang dilanda perang ini; mulai dari media massa yang memproduksi kesadaran terfragmentasi yang terendam dalam alienasi, keadilan borjuis yang buta melayani kepentingan elite ekonomi dan politik, pabrik-pabrik perbudakan upah yang berbau kematian, hingga sampah polisi Yunani dengan arogan otoritarian mereka yang tak terbatas.
Di era fragmentasi gerakan sosial saat ini, melemahnya gerakan anarkis, serta apati dan defetisme yang meluas, kita harus mempertahankan prinsip-prinsip politik kita tetap utuh, menjadikan konfrontasi langsung dengan musuh sebagai prioritas utama hingga ketakutan berpindah sisi, dan mengemukakan visi kita untuk dunia yang setara, bersolidaritas, bebas, dan tanpa pamrih.
KYRIAKOS XYMITIRIS, LAMBROS FOUNTAS: SELALU HADIR DI JALAN-JALAN API
KEHORMATAN DAN KENANGAN UNTUK SNIZANA PARASKEVAIDOU, YANG TUMBANG DI MEDAN PERANG
KEKUATAN BAGI TAWANAN PERANG SOSIAL DAN KELAS, DARI IRAN HINGGA YUNANI DAN DARI TURKI HINGGA KE CHILI
SOLIDARITAS YANG TAK TERGOYAHKAN BAGI REKAN-REKAN KITA YANG DITAHAN DAN DIADILI DALAM KASUS AMPELOKIPI SERTA AKAN DIADILI PADA 1 APRIL
– Sel Anarkis “Lambros Fountas”