Meudon (Hauts-de-Seine): Pembakaran Perlengkapan Konstruksi di Pusat Data (Prancis)

Pada malam hari Jumat, 22 November 2025, beberapa alat peledak ditempatkan di peralatan konstruksi di kampus kecerdasan buatan, yang berbatasan dengan pusat data Equinix yang sudah ada. Lokasi konstruksi ini terletak di kawasan industri Vélizy-Meudon, tepat di seberang lokasi pembangunan kompleks Thales yang baru. Klien Equinix antara lain Thales, Dassault, Bouygues, Amazon, dan perusahaan-perusahaan lain di sekitarnya.

Perusahaan-perusahaan ini semuanya merupakan bagian dari kompleks militer-industri yang mempersenjatai Israel dan melakukan genosida terhadap rakyat Palestina. Mereka semua meraup keuntungan dari genosida kolonial, surveilans massal, dan pengendalian perbatasan. Teknologi yang dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan ini diuji coba pada populasi Palestina dan dijual ke negara-negara di seluruh dunia melalui pameran dagang seperti Milipol, yang diselenggarakan di Prancis pada 18-21 November. Kecerdasan buatan (AI) merupakan elemen kunci dari teknologi-teknologi ini, yang digunakan Israel untuk memonitor dan melakukan genosida terhadap penduduk Gaza dan Tepi Barat. Selain partisipasinya dalam pembantaian kolonial di luar negeri, Prancis sedang memiliterisasi perbatasannya dan memperkuat pengawasan serta represi di teritori dan lingkungan terkolonisasi. Untuk mencoba mengakhiri semua ini, kami telah memilih jalan api dan sabotase.

Kami menyerang sebagai bentuk solidaritas dengan para tahanan Palestina yang nasibnya berusaha diperparah oleh Negara Israel dengan melegalkan eksekusi yang sudah menjadi hal biasa di penjara-penjaranya.

Kami menyerang sebagai bentuk solidaritas dengan para “Prisoners for Palestine” yang saat ini melakukan mogok makan di penjara-penjara Inggris karena menyerang pabrik-pabrik milik perusahaan senjata Israel, Elbit.

Kami menyerang sebagai penghormatan kepada anarkis Kyriakos Xymitiris dan sebagai bentuk solidaritas dengan anarkis yang dipenjara, Marianna dan Dimitra, serta para tahanan lain dalam kasus Ampelokiboui. Api perjuangan tak pernah padam.

Kami menyerang sebagai bentuk solidaritas dengan mereka yang menyeberangi perbatasan, dan sebagai penghormatan kepada mereka yang telah kehilangan nyawa dalam melakukannya.

Kami menyerang sebagai penghormatan kepada semua yang telah meninggal di penjara dan demi kebebasan semua tahanan.

Sumber