2 Polisi Aktif Pelaku Penyiraman Air Keras terhadap Novel Baswedan – Anak Wartawan Ungkap Ayahnya Diteror sebelum Tewas karena Beritakan Judi Dibekingi Oknum TNI
Polantas Viral Peneror Wanita yang Ditilangnya di Tangerang Dibebastugaskan
5 Oktober 2021
Ekstrak:
FA, polisi lalu lintas (polantas) yang diduga melakukan teror terhadap wanita yang ditilangnya di Tangerang, dibebastugaskan dari kesatuannya. FA meneror wanita berinisial RNA dengan chat dan telepon di aplikasi WhatsApp.
…
Aktivis Lingkungan Sulfianto Alias Alami Pengeroyokan di Teluk Bintuni, Satu Pelaku Mengaku Polisi
Sulfianto Alias sempat bersembunyi namun terus dikejar oleh para pelaku. Pengeroyokan itu dilakukan oleh lebih dari tiga orang
20 Desember 2024
Ekstrak:
…
“Saya dikeroyok lebih dari tiga orang, handphone saya dirampas, bahkan saya diancam akan dibunuh oleh salah satu pelaku yang mengaku sebagai anggota Polisi sambil mengeluarkan pistol,” ujar Sulfianto.
..
Aktivis Kontras Dilaporkan ke Polisi dan Kantornya Diteror usai Interupsi Rapat RUU TNI
16 Maret 2025
Ekstrak:
…
Andrie meyakini kedatangan tiga orang asing itu adalah bentuk teror terhadap KontraS. Pasalnya, beberapa jam sebelumnya KontraS dan Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan menggeruduk rapat pembahasan RUU TNI yang berlangsung secara tertutup di lodge Fairmont, Jakarta Pusat.
…
4 Hari 3 Teror Dialami Tempo: Paket Kepala Babi, Bangkai Tikus, dan Doksing Wartawan
Tempo mendapatkan setidaknya 3 teror dalam waktu 4 hari, mulai kepala babi, bangkai tikus, hingga doksing jurnalis Tempo
25 Maret 2025
Ekstrak:
…
“Ingat teror babi dan biodata mu baru saja teguran, belum tindakan, kau sudah membuat negara ini kacau dengan statement provokasi yang akhirnya banyak SDM rendah terhasut oleh moncong mulut mu. Main senyap sedang menghantui mu, seperti kau memberikan suasana kegelapan pada Indonesia saat demonstrasi. Teruskan saja cara mu menghianati bangsa, kami akan beri dirimu efek jera lebih strong,” tulisnya.
…
“Jika tujuannya untuk menakuti, kami tidak gentar,” kata Setri dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu, 22 Maret 2025.
…
Aktivis Aksi Kamisan Yogya Ditangkap Polisi, Lalu Dibawa ke Polda Jawa Timur
Polisi menangkap aktivis Aksi Kamisan Yogya, lalu membawanya ke Polda Jawa Timur.
28 September 2025
Ekstrak:
…
Menurut Fikri, petugas Polda DIY tidak bisa menunjukkan berita acara atau surat keterangan dari Polda Jawa Timur untuk melakukan penangkapan di wilayah yurisdiksinya. “Saat kami meminta dihubungkan dengan penyidik yang berwenang untuk melakukan penangkapan petugas dari Polda DIY mengaku tidak bisa memberikan informasi apa-apa,” ujar dia.
Fikri menyebut saat ini Paul telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian Resor Kota Kediri. Aktivis itu dituduh melakukan sejumlah tindak pidana yakni Pasal 160, 170, 187, dan 55 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
…
3 Aktivis di Magelang Ditangkap Polisi dengan Tuduhan Penghasutan Demonstrasi
Polisi kembali menetapkan aktivis sebagai tersangka kerusuhan demonstrasi Agustus
16 Desember 2025
Ekstrak:
TIGA aktivis di Magelang, Jawa Tengah ditangkap polisi dengan tuduhan penghasutan dalam demonstrasi akhir Agustus lalu. Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka pada hari yang sama oleh Kepolisian Resimen atau Polres Kota Magelang, Senin, 15 Desember 2025.
…
Aktivis Greenpeace dan Korban Teror Mengadu ke Bareskrim
Iqbal Damanik dan Yansen mendapat teror setelah vokal mengkritik penanganan bencana di Sumatera
14 Januari 2026
Ekstrak:
…
Yansen, pemilik akun Instagram @pitengz_oposipit, mengalami teror pada 20 Desember 2025. Semula, nomor seluler ibu dan adiknya diretas dan diambil alih. Kemudian seorang laki-laki menelepon menggunakan nomor ibunya. Orang tidak dikenal itu meminta Yansen menghapus unggahan kritis seputar penanganan bencana. ”Kalau Anda tidak menghapus konten Anda, maka Anda akan menerima akibatnya,” kata Yansen di Gedung Bareskrim, menirukan pesan orang tidak dikenal itu.
…
Polisi Dalami Dugaan Pembunuhan Aktivis Pelabuhan di Bekasi
Polisi memastikan mendalami dugaan pembunuhan di balik kematian Ermanto Usman. Aktivis pelabuhan itu menjadi korban penganiayaan bersama istrinya
7 Maret 2026
Ekstrak:
…
Menurut Dalsaf, adiknya belakangan ini sedang gencar membongkar kasus dugaan korupsi di sektor pelabuhan, atau lebih tepatnya di PT Jakarta International Container Terminal (JITC) dan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) II. “Jadi kita minta polisi juga mendalami itu,” kata Dalsaf.
…
2 Polisi Aktif Pelaku Penyiraman Air Keras terhadap Novel Baswedan
28 Des 2019
Anak Wartawan Ungkap Ayahnya Diteror sebelum Tewas karena Beritakan Judi Dibekingi Oknum TNI
15 Jan 2026
Eva Meliani Pasaribu, anak sulung jurnalis Rico Sampurna Pasaribu yang tewas akibat rumahnya dibakar membeberkan beberapa fakta sebelum dan sesudah kematian ayahnya Kamis (27/6/2024) silam. Pengakuan Eva itu diungkapkan saat menjadi saksi di Mahkamah Konstitusi (MK) dalam sidang permohonan uji materiil Undang-Undang tentang Peradilan Militer. Permohonan tersebut diajukan Eva bersama Leni Damanik, ibu dari anak yang tewas di tangan oknum anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dalam kesempatan ini, Eva meyakini ayahnya tewas karena pemberitaan tentang bisnis judi yang diduga dibekingi oknum anggota TNI. Eva menceritakan bahwa ayahnya secara berturut-turut memberitakan isu judi pada tanggal 21,22, dan 23 Juni 2024, serta 26 Juni 2024, sehari sebelum pembakaran terjadi. Berdasarkan pemeriksaan dan bukti-bukti, Eva mengungkapkan beberapa temuan yang mendasari keyakinan tersebut. Rico Sempurna Pasaribu sempat dihampiri oleh seorang prajurit TNI bernama Koptu HB dan meminta mendiang untuk menurunkan atau take down berita tentang bisnis judi. Menanggapi permintaan tersebut, Rico Sempurna Pasaribu menyatakan akan meminta perlindungan ke Polda Sumatera Utara. Ia juga menyampaikan pesan kepada Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Tanah Karo, yang berisi pengakuan bahwa dirinya merasa terancam oleh Koptu HB. Tak hanya itu, Koptu HB juga mengirim pesan kepada Pemred Rico agar menurunkan berita tersebut. Dari hasil investigasi, Rico saat itu dihimbau untuk tidak pulang ke rumah karena alasan keamanan. Eva mengungkapkan, Bebas Ginting, salah satu dari tiga tersangka aksi pembakaran rumah korban dan kini telah divonis penjara seumur hidup, justru tidak memiliki masalah apapun dengan ayahnya. Meskipun dalam pemberitaan korban, Bebas Ginting disebut sebagai pengawas lokasi judi, namun hubungannya justru hubungan akrab dengan Rico Sempurna Pasaribu. Eva mengungkap bahwa Bebas Ginting pernah meneleponnya dan mengatakan bahwa ada keterlibatan Koptu HB. Bahkan Koptu HB lah yang menyuruh melakukan pembakaran. Dalam persidangan pidana, Bebas Ginting menyebut adanya pihak lain yang terlibat. Ia juga mengakui menerima uang sebesar Rp 1 juta sebagai bonus setelah melakukan pembakaran. Mengetahui hal ini, keluarga korban melaporkan dugaan keterlibatan Koptu Herman Bukit ke Pusat Polisi Militer Angkatan Darat (Puspomad) di Jakarta. Seiring berjalannya waktu, keluarga korban menilai tidak ada kejelasan hasil pemeriksaan dari Polisi Militer Daerah (Pomdam) I/Bukit Barisan. Eva mengaku kerap mengalami kesulitan saat melakukan tindak lanjut karena penyidik yang menangani perkara tersebut berganti-ganti, sehingga proses hukum berjalan lambat. Upaya advokasi juga dilakukan di tingkat nasional dengan mendatangi Puspomad di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, pejabat Wadansat Idik Puspomad disebut menyampaikan bahwa penetapan tersangka akan segera dilakukan. Namun, ketika kembali ke Medan, keluarga korban kembali dihadapkan pada proses yang dinilai tidak jelas dan minim transparansi. Di hadapan majelis hakim Mahkamah Konstitusi, Eva menyoroti adanya perbedaan perlakuan hukum antara pelaku sipil dan pelaku dari unsur militer. Eva menilai pelaku sipil ditangani secara cepat, terbuka, dan persidangannya dapat diakses publik, sementara proses hukum terhadap Koptu HB berlangsung tertutup dan minim informasi. Kondisi tersebut, menurut Eva, menimbulkan kekhawatiran sekaligus rasa ketidakadilan hukum. Sambil menangis, Eva menilai proses hukum terhadap anggota militer seolah berada di luar jangkauan pengawasan publik, berbeda dengan penanganan perkara yang melibatkan warga sipil. Eva juga merujuk pada sejumlah pemberitaan media yang menyoroti potensi ketertutupan peradilan militer dan kewenangan internal TNI yang dinilai rawan menghambat akuntabilitas serta membuka ruang impunitas. “Fakta bahwa Koptu HB, meskipun telah disebut dalam banyak keterangan, bukti elektronik, serta kesaksian para pihak, masih tetap bertugas dan tidak diproses secara transparan. Menurut keluarga korban, kondisi tersebut mencerminkan ketimpangan perlakuan hukum yang tidak hanya merugikan korban, tetapi juga berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap sistem peradilan serta komitmen negara dalam melindungi kebebasan pers.
Fakta-Fakta seputar Teror Damkar usai Kritik Brimob
26 Feb 2026
Anggota pemadam kebakaran (damkar) Khairul Umam mengaku menerima teror usai membuat konten edukasi mengenai fungsi helm. Konten tersebut memicu salah tafsir sebagian pihak hingga berujung ancaman melalui pesan pribadi. Dalam video yang diunggahnya, Khairul menjelaskan helm dirancang untuk melindungi kepala bukan untuk melukai kepala. Namun, konten itu diduga dikaitkan dengan kasus pembunuhan menggunakan helm anggota Brimob kepada pelajar SMP.