Pada Sabtu, 20 Desember, kami melakukan intervensi cat malam hari di perusahaan RWE, Jalan Artemidos No. 1, Marousi. Perusahaan tersebut memiliki tambang terbuka terbesar di Eropa, di sampingnya terdapat hutan Hambaker yang sudah porak-poranda di Jerman.
Perjuangan telah berlangsung di tambang tersebut selama 12 tahun, di mana hutan yang tersisa yang belum dihancurkan oleh tambang diduduki oleh kawan-kawan yang menghalangi ekspansi tambang. Salah satu contohnya adalah okupasi Sudi, area hutan kecil di samping Habi-Hambaker yang telah diokupasi sejak sekitar setahun yang lalu, dengan tujuan mencegah perluasan tambang di bagian lain.
Pada 18 November, operasi represif dilakukan, dengan pengusiran okupasi Sudi dan penangkapan semua orang yang mengokupasi pohon-pohon, yang kemudian diikuti dengan deforestasi.
Sejak pengusiran di Sudi, Habi tetap dalam keadaan hancur, menghalangi kerusakan lebih lanjut terhadap alam atas nama pembangunan.
Perusahaan yang bersangkutan juga aktif di Yunani, terutama sebagai pemilik turbin angin dan sel-surya. Tindakan perusahaan tersebut, serta perusahaan sejenisnya, mengikuti agenda umum negara dan kapital, di mana alam dijarah demi keuntungan. Berdasarkan logika antroposentris yang melihat alam semesta hanya sebagai sumber daya yang harus dieksploitasi dan menolak nilai-intrinsiknya.
Melalui persepsi dan praktik ini, binatang dibunuh dan diusir dari habitatnya, ekosistem dijarah, area hijau yang luas diprivatisasi dan dihancurkan, tanah tercemar, air terkuras, dan masyarakat manusia lokal terpaksa pindah.
ALAM BUKAN MILIK SIAPA PUN
JANGAN SENTUH HUTAN HAMBACH YANG TEROKUPASI
DARI YUNANI HINGGA KE JERMAN MELAWAN PENGHANCURAN ALAM
– Anarkis