KKB Serang Pos Jaga, Satu Anggota TNI Gugur
24 Feb 2026
Aksi penyerangan brutal yang diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali pecah di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Minggu (22/2/2026). Serangan yang menyasar pos keamanan perusahaan tambang PT Kristalin Eka Lestari ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia. Salah satunya prajurit TNI asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Markas Polda DIY Digeruduk, Aksi Doa Berubah Anarkis
25 Feb 2026
Aksi unjuk rasa di depan Markas Polda DIY di Jalan Ring Road Utara, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (24/2/2026) malam, berujung ricuh. Kericuhan pecah setelah sekelompok massa lain muncul dan mengejar peserta aksi yang sebelumnya menggelar doa bersama dan menyampaikan aspirasi di depan markas kepolisian tersebut.
Bos Kartel ‘El Mencho’ Tewas, Meksiko Mencekam
24 Feb 2026
Kematian Nemesio Rubén Oseguera Cervantes, yang dikenal sebagai “El Mencho” dan merupakan bos dari kartel narkoba Jalisco Nueva Generación (CJNG), dalam sebuah operasi militer di Meksiko telah memicu gelombang kekerasan yang melanda berbagai wilayah di negara tersebut. Sedikitnya 74 orang dilaporkan tewas dalam insiden ini, yang mengguncang keamanan di seluruh Meksiko. El Mencho dikenal sebagai tokoh penting dalam perdagangan narkoba internasional dan kematiannya diperkirakan akan membawa dampak besar terhadap dinamika kartel narkoba di Meksiko. Kejadian ini menunjukkan betapa tingginya tingkat kekerasan yang dapat ditimbulkan oleh kartel narkoba di Meksiko, terutama dalam periode transisi kekuasaan di dunia kriminal.
Serikat Buruh Desak Setop Impor Mobil untuk Koperasi Desa
KSPI mempertanyakan kebijakan impor mobil yang berpotensi merugikan industri otomotif dalam negeri
24 Feb 2026
SERIKAT buruh menganggap impor mobil 105 ribu unit asal India justru mengancam terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan impor mobil akan membuat output produksi pabrik otomotif dalam negeri menurun dan akhirnya berpotensi memicu pengurangan kontrak kerja hingga pengurangan karyawan.
“Kami dari KSPI dan Partai Buruh mendesak keras stop impor 105 ribu kendaraan dari India, batalkan,” katanya dalam konferensi pers virtual pada Selasa, 24 Februari 2026.
Said Iqbal mengatakan sudah ada perusahaan asing seperti asal Jepang yang di antaranya Isuzu dan Daihatsu yang sudah berinvestasi di Indonesia. Mereka bertahun-tahun telah memproduksi kendaraan komersial dan menyerap tenaga kerja.
Dia pun mempertanyakan pertimbangan pemerintah yang mengimpor kendaraan India, padahal teknologi perusahaan Jepang lebih mumpuni. Iqbal juga mengkritik koordinasi antarkementerian yang mengakibatkan impor tersebut lolos dan menimbulkan penolakan berbagai kalangan.
“Uang buruh Indonesia melalui pajak dikasih ke buruh India. Bagaimana sih cara berpikirnya?” ucap Iqbal.
Iqbal mengatakan kalangan buruh pabrik tengah menghadapi ancaman PHK, seperti yang terjadi pada sekitar 400 karyawan alih daya PT Karunia Alam Segar yang memproduksi Mie Sedaap. Kini, buruh industri otomotif pun di tengah bayang-bayang yang sama.
Jika pengadaan kendaraan dialihkan ke dalam negeri, kata Iqbal, justru bisa menyerap sekitar 10 ribu tenaga kerja untuk memproduksi kendaraan yang sama. “Katakan produksinya mungkin enam bulan sampai satu tahun,” tuturnya.
Sebelumnya, impor mobil utuh atau Completely Built Up (CBU) dilakukan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara yang mendapatkan mandat pembangunan Koperasi Merah Putih beserta fasilitas kelengkapannya. Perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut memesan 35 ribu unit mobil Scorpio Pik Up merek Mahindra dan 70 ribu unit truk merek Tata Motors dengan total anggaran Rp 24,66 triliun.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan impor 105 ribu unit kendaraan asal India bukan kewenangan Kementerian Koperasi. Namun, menurut dia, pengadaan kendaraan untuk Koperasi Merah Putih itu telah ditunda.
“Itu bukan wewenangnya Kementerian Koperasi, jadi sudah diputuskan ditunda sampai menunggu Pak Presiden (Prabowo) datang,” ucap Ferry saat ditemui di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa, 24 Februari 2026.
Permintaan penundaan impor kendaraan datang dari DPR RI usai kabar itu tersiar. Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota mengatakan akan menuruti apa yang diputuskan DPR dan pemerintah. “Pokoknya kami taat, setia, loyal kepada negara dan rakyat,” ujar Joao di Jakarta, Senin, 23 Februari 2026, seperti dikutip dari Antara.
Hujan Mikroplastik di Jatim, Pemprov Didesak Bikin Regulasi
Mikroplastik sudah menyebar ke seluruh rumah tangga di Malang Raya karena sumbernya sudah terkontaminasi mikroplastik
25 Feb 2026
FENOMENA hujan mikroplastik di sejumlah daerah ramai diperbincangkan sejak akhir 2025. Sejumlah periset menemukan kandungan mikroplastik dalam air hujan pada sejumlah daerah di Jawa Timur yang berbahaya bagi tubuh jika terminum. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menanggapi temuan ini.
Salah satu kelompok periset yang menemukan kandungan mikroplastik dalam air hujan adalah Jaringan Gen Z Tolak Plastik Sekali Pakai (Jejak). Mereka meneliti air hujan di 10 kota Jawa Timur selama November 2025, yakni Surabaya, Gresik, Mojokerto, Lamongan, Malang, Kediri, Tulungagung, Jember, Bondowoso, Trenggalek, dan Banyuwangi.
“Hasilnya, seluruh air hujan di 10 kota itu positif mengandung mikroplastik,” kata Koordinator Jejak, Alaika Rahmatullah, kepada Tempo, Rabu, 18 Februari 2026. Dia mengatakan pada riset tersebut Surabaya menempati posisi pertama untuk air hujan dengan kontaminasi mikroplastik paling tinggi, yaitu mencapai 12 partikel/90 cm2/2 jam.
Jejak juga melakukan pengujian polimer dan uji radiasi inframerah (FTIR) untuk memastikan jenisnya. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mikroplastik yang paling banyak ditemukan pada air hujan di Surabaya berjenis fiber dan filamen.
Selanjutnya, Jejak juga meneliti sumber mikroplastik yang terdapat pada air hujan tersebut. Hasilnya, sumber mikroplastik paling banyak berasal dari pembakaran sampah, gesekan antara ban kendaraan bermotor dengan aspal jalan raya, kegiatan laundry atau mencuci dan menjemur pakaian, timbunan sampah plastik, polusi industri, serta asap kendaraan bermotor.
“Sebanyak 55 persen sumbernya dari aktivitas pembakaran sampah plastik,” kata Alaika, Senin, 19 Januari 2025. Dia mengatakan polimer yang terkandung dalam hujan mikroplastik yang ditemukan berjenis Ethylene Propylene Diene Monomer (EPDM) dan High-Density Polyethylene (HDPE). EPDM biasanya berasal dari abrasi ban kendaraan bermotor ketika bergesekan dengan aspal serta kabel listrik, sedangkan HDPE berasal dari plastik-plastik yang tebal.
Temuan air hujan yang mengandung mikroplastik ini juga diperkuat dari penelitian dosen Teknik Lingkungan Universitas Airlangga, Rizkiy Amaliyah Barakwan. Penelitian terbarunya menunjukkan bahwa sumber air di Sumber Wendit, Kabupaten Malang, dan Sumber Binangun, Kota Batu, juga mengandung mikroplastik saat musim hujan Desember 2025.
Adapun rinciannya, kelimpahan mikroplastik di Kolam Sumber Wendit mencapai 3,39-3,96 partikel/liter, sementara di kerannya sebesar 0,92-1,8 partikel/liter. Sedangkan pada kolam Sumber Binangun mencapai 1,96-3,68 partikel/liter, sementara di kerannya sebesar 0,88-1,56 partikel/liter. ”Dua kolam sumber mata air ini terbuka. Ketika masuk dalam keran, air sudah masuk proses sterilisasi sehingga jumlah partikelnya berkurang,” papar Rizkiy.
Dia mengatakan ada empat jenis mikroplastik yang ditemukan dalam dua sumber air tersebut. Pertama adalah fragmen yang berasal dari potongan-potongan kecil plastik, kedua adalah fiber yang merupakan serat plastik kecil yang berasal dari kain sintetis. Ketiga adalah film yang berasal dari plastik kemasan, dan keempat adalah microbead yang biasa ditemukan dalam produk perawatan wajah dan tubuh.
Rizkiy mengatakan penelitian ini menunjukkan bahwa mikroplastik sudah menyebar ke seluruh rumah tangga di Malang Raya karena sumbernya sudah terkontaminasi mikroplastik. Sayangnya, belum ada ambang batas aman jumlah partikel mikroplastik untuk tubuh manusia.
“Karenanya, pemerintah perlu meneliti lebih lanjut untuk menetapkan ambang batas amannya, agar masyarakat tidak semakin khawatir,” ujar alumnus Teknik Lingkungan Institut Teknologi Sepuluh Nopember itu.
Selain itu, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, dr Lestari Sudaryanti, juga menyoroti hujan yang mengandung mikroplastik. Menurut dia, temuan ini perlu disikapi serius. Terlebih, mikroplastik memiliki dampak negatif bagi tubuh manusia yang terpapar, baik melalui udara maupun cairan.
Dia juga memaparkan penelitiannya terkait mikroplastik untuk kepentingan penguatan advokasi bersama Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton). Terdapat dua penelitian mikroplastik dalam tubuh manusia yang dikerjakan pada pertengahan 2025.
Pertama adalah penelitian kandungan mikroplastik pada air ketuban ibu hamil di sejumlah puskesmas di kawasan Gresik, Jawa Timur. Penelitian dasar ini mengambil sampel dari ibu hamil yang tidak punya penyakit komplikasi. ”Hasilnya, 48 sampel air ketuban positif mengandung mikroplastik,” kata Lestari, Rabu, 21 Januari 2026.
Lestari mengatakan temuan ini memprihatinkan karena air ketuban yang seharusnya menjadi media yang paling aman untuk melindungi janin, kini terkontaminasi mikroplastik. ”Kalau sudah masuk air ketuban, berarti kita harus waspada dan harus melakukan sesuatu kepada ibu hamil,” ucapnya.
Penelitian kedua adalah kandungan mikroplastik pada sel darah perempuan pemilah sampah di tiga kecamatan Gresik. Hasilnya, seluruh sampel darah juga mengandung mikroplastik. “Untuk jumlah keseluruhannya belum ada laboratorium yang bisa menghitung. Namun, kami memastikan adanya mikroplastik dari partikel yang dihitung di bawah mikroskop,” ucap Lestari.
Selanjutnya sampel darah tersebut kembali diteliti untuk menunjukkan hubungan mikroplastik terhadap obesitas. Hasilnya, ada hubungan antara dampak mikroplastik terhadap indeks massa tubuh (IMT) yang obesitas.
“Jadi, ibu-ibu pemilah sampah itu rata-rata memang obesitas. Padahal mereka lemah secara ekonomi. Ternyata memang mikroplastik jadi salah satu dampaknya. Ini juga sudah didukung dengan penelitian serupa di luar negeri,” jelas Lestari.
Dia melanjutkan, jenis mikroplastik yang banyak ditemukan adalah phthalates. Jenis ini banyak ditemukan pada plastik yang lentur atau sekali pakai seperti bungkus makanan.
Lestari melanjutkan, temuan-temuan mikroplastik ini perlu diteliti lebih lanjut. Ke depan, dia akan meneliti hubungan berat badan janin rendah dengan air ketuban pada ibu hamil yang mengandung mikroplastik. Sebab, sejauh ini belum ada penelitian yang menunjukkan dampak air ketuban yang mengandung mikroplastik terhadap perkembangan janin.
Lestari juga menekankan bahwa pemerintah harus segera menyikapi temuan para peneliti tentang paparan mikroplastik. Terlebih, mikroplastik juga sudah terdeteksi pada air hujan dan semua orang bisa terpapar lewat kulit. ”Misalnya membuat regulasi tentang penanganan sampah plastik. Sebab, semua orang pasti kontak dengan plastik sejak masih muda,” tuturnya.
Ketua Tim Kerja Sama dan Sarana Prasarana Dinas Lingkungan Hidup Jawa Timur Agus Sutjahjo menanggapi temuan mikroplastik pada lingkungan maupun tubuh manusia. Menurut dia, mikroplastik memang bisa masuk ke tubuh manusia lewat mulut atau udara saat bernapas.
Berkaitan dengan temuan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong kebijakan pembatasan atau larangan penggunaan plastik sekali pakai di tiap kabupaten/kota, termasuk mengedukasi soal pemilahan sampah dan mendorong plastik sebagai substitusi bahan bakar alternatif atau Refuse-derived Fuel (RDF).
“Dalam Perda Provinsi Jatim No. 9 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Sampah, kami juga mendorong industri daur ulang serta extended producer responsibility (EPR). Artinya, produsen harus bertanggung jawab terhadap produk yang dibuat atau dijual ketika produknya mencapai masa pakainya,” tandas Agus.