“Jika aku jatuh, janganlah jatuh bersamaku, tetapi peganglah bendera yang tak pernah jatuh
dan jadikanlah darahku jembatan bagi generasi yang akan lahir
dari abu kita, lebih kuat. Jadilah duri di sisi mereka,
aliran air yang tak kenal mundur, dan janganlah beristirahat hingga
dunia mengakui bahwa kalian adalah pemilik sah tanah ini, bukan
hanya angka-angka di berita.” – Yahya “Abu Ibrahim” Sinwar
.mp4
Pada 16 Oktober, hari ketika martir Yahya Sinwar bergabung dengan deretan pahlawan perlawanan global, kami memilih untuk berkumpul di pintu gerbang rumah kolonis tentara-pembunuh David Hadar, sersan di Brigade Golani IDF, yang tinggal di kawasan Gyzi, Jalan Ragavi.
Aksi kami adalah gestur kecil kerendahan hati dan solidaritas dengan rakyat Palestina yang bergerilya, yang terutama dalam dua tahun terakhir telah mengangkat senjata dan dengan keras menghukum Zionis pembunuh-penakluk.
Biarlah mereka yang merampas tanah rakyat Palestina, yang membongkar rumah-rumah mereka dan menyita rumah-rumah mereka, ketahuilah bahwa rumah-rumah mereka sendiri tidak aman di tanah kami. Malam-malam akan datang ketika kekuatan gerakan populis-kelas akan kembali berada di luar rumah-rumah Zionis di tanah kami dan kembali menuntut akuntabilitas atas kejahatan mereka.
Kami salut kepada para martir Resistensi
Kami salut kepada para tahanan Palestina yang telah dibebaskan
Kami berjabat tangan dengan organisasi-organisasi resistensi bersenjata Palestina secara keseluruhan
Bebaskan Palestina dari sungai hingga ke laut
Kematian bagi zionisme
Orang-orang Zionis tidak diterima
Kematian bagi IDF
–Solidarians to Palestinian Resistance