Aksi Buruh Tuntut Revisi UMP Jakarta & UMSK Jabar
8 Jan 2026
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (K-SPI) melakukan aksi demonstrasi di Kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, siang ini. Mereka menuntut penolakan dan permintaan revisi atas Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta 2026 dan Upah Minimum Sektor Kabupaten/Kota (UMSK) di 19 kabupaten-kota di Jawa Barat.
Timur Tengah Bergejolak, Koalisi Saudi Bombardir Separatis Yaman yang Didukung UEA
8 Jan 2026
Koalisi militer pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan udara di Provinsi Dhalea, Yaman. Dilaporkan, lebih dari 15 serangan udara telah menghantam provinsi tersebut. Serangan ini dilakukan setelah pemimpin separatis dilaporkan melarikan diri saat hendak ke Arab Saudi. Pemimpin separatis itu adalah Aidarus al-Zubaidi, yang didukung Uni Emirat Arab. Zubaidi disebut dicopot dari jabatannya dan dituduh melakukan pengkhianatan tingkat tinggi. Pencopotan jabatan pada Rabu (7/1/2026), dilakukan akibat upayanya yang memisahkan diri.
Demo Terus Meluas, Australia Minta Warganya Segera Tinggalkan Iran
8 Jan 2026
Pihak berwenang Australia, pada Rabu (6/1/2026), meminta warganya untuk segera meninggalkan Iran dan menahan diri dari perjalanan ke negara itu karena gelombang protes yang masih berlangsung. “Jika berada di Iran, sebaiknya segera keluar. Protes keras terjadi di seluruh negeri dan bisa meningkat tanpa pemberitahuan,” demikian bunyi pernyataan di portal Smartraveller Kementerian Luar Negeri Australia. Australia juga mengimbau warganya untuk menunda perjalanan ke Iran dalam waktu dekat dan menghindari kerumunan, demonstrasi, atau protes, serta selalu mengikuti arahan otoritas setempat.
Trump-Netanyahu “Cawe-cawe” di Tengah Kekacauan Demo Iran
8 Jan 2026
Gelombang demonstrasi di Iran semakin mencekam dan telah meluas ke seluruh penjuru negeri. Situasi ini memicu respons dari sejumlah pemimpin negara. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengancam akan melakukan intervensi jika terdapat demonstran Iran yang tewas. Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, secara terbuka menyatakan dukungannya kepada para pengunjuk rasa. Menanggapi hal tersebut, Panglima Militer Iran menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam menghadapi tekanan dari pihak eksternal, terutama setelah dukungan terbuka dari AS dan Israel terhadap aksi protes anti pemerintah di Iran. Sebelumnya, aksi demonstrasi di Iran dipicu oleh krisis ekonomi yang semakin memburuk dan berkembang menjadi tantangan serius bagi pemerintah Iran. Hingga saat ini, demonstrasi tersebut dilaporkan telah menewaskan 36 orang.